top of page

Bali's Subak System, an Austronesian Legacy

Balinese people still uphold their ancestral culture. One of these is the agricultural system brought by Austronesian speakers.

loading_historia_white.gif
transparant.png

A common place to put offerings in rice fields in Bali. (Risa Herdahita Putri/Historia.ID)

23 Nov 2024
4 menit membaca

The sky started to turn gray as the clouds loomed over. The air in Jatiluwih, Tabanan, was getting colder. Strangely, the weather didn't affect the tourists who were enjoying taking pictures, documenting the famous place. Its terraced rice fields were especially eye-catching. Behind that beauty, there is the subak, an ancient irrigation system that is still in use and has been recognized by UNESCO as a world cultural heritage. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page