top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Bergaya Lewat Karung

Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.

3 Nov 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Gaun dari karung karya Dorothy Overall untuk kontes menjahit karung yang diselenggarakan pada 1959. (Smithsonian National American History Museum/Wikimedia Commons).

Diperbarui: 7 Jan

DEPRESI Besar yang melanda Amerika Serikat pada 1930-an mengubah banyak aspek dalam kehidupan masyarakat di Negeri Paman Sam. Lemahnya daya beli imbas krisis ekonomi membuat mereka harus memutar otak untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak hanya mencari alternatif untuk kebutuhan pangan, para penduduk khususnya yang berada di kawasan perdesaan miskin juga mulai membuat pakaian dari berbagai karung bekas pakan hewan tepung, gula, maupun biji-bijian.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page