top of page

Bergaya dengan Pakaian Baru Saat Resesi

Masyarakat Eropa di Hindia Belanda berburu pakaian baru di masa resesi. Agar tetap tampil beda dari kelompok anak negeri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Orang-orang Eropa dengan pakaian baru masa resesi ekonomi 1930-an. (vintagenewsdaily.com).

6 Mei 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 19 Mei

PENGUNJUNG pasar Tanah Abang membludak hingga 100 ribu orang menjelang Lebaran. Mereka datang untuk berburu pakaian baru. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta masyarakat agar tetap merayakan Lebaran dengan membeli pakaian baru. Tujuannya menggerakkan ekonomi masyarakat yang mandeg akibat pandemi Covid-19.


Dalam masa susah, pakaian baru tetap menjadi buruan orang dan sesuatu yang harus ada dalam kehidupan mereka. Selain untuk menyambut hari-hari besar, pakaian baru juga ditujukan untuk bergaya, membedakan identitas satu kelompok dengan kelompok lainnya, dan cara beradaptasi terhadap situasi sulit itu sendiri.


Ini misalnya terjadi di kalangan masyarakat Eropa pada masa resesi ekonomi di Hindia Belanda pada 1930-an. “Penampilan dan pakaian sebagai sarana pembedaan atau diskriminasi manusia,” kata Agung Wibowo, penulis buku Bergaya di Masa Sulit: Gaya Hidup Masyarakat Eropa di Batavia Masa Depresi Ekonomi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page