top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Bergaya dengan Pakaian Baru Saat Resesi

Masyarakat Eropa di Hindia Belanda berburu pakaian baru di masa resesi. Agar tetap tampil beda dari kelompok anak negeri.

6 Mei 2021

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Orang-orang Eropa dengan pakaian baru masa resesi ekonomi 1930-an. (vintagenewsdaily.com).

Diperbarui: 1 Mei 2025

PENGUNJUNG pasar Tanah Abang membludak hingga 100 ribu orang menjelang Lebaran. Mereka datang untuk berburu pakaian baru. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta masyarakat agar tetap merayakan Lebaran dengan membeli pakaian baru. Tujuannya menggerakkan ekonomi masyarakat yang mandeg akibat pandemi Covid-19.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page