top of page

Membentang Sejarah Pakaian Garis-garis

Pakaian bermotif garis-garis di Abad Pertengahan menjadi penanda bagi mereka yang terbuang dan tidak bermoral. Maknanya berubah pada Abad Pencerahan, motif garis-garis menjadi simbol kebebasan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Penyair Rubin von Rudeger mengenakan pakaian bermotif garis-garis dan mi-parti saat bertemu kekasihnya. Ilustrasi ini diambil dari Codex Manesse yang disusun pada abad ke-14. (Master of the Codex Manesse/Wikimedia Commons).

23 Okt 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 9 Jan

TAK sulit menemukan pakaian bermotif garis vertikal maupun horizontal di toko-toko busana. Layaknya tren fashion yang tengah populer dan digandrungi berbagai kalangan, beragam jenama mode seakan berlomba memamerkan koleksi mereka dengan motif ini. Desain pakaian bermotif garis-garis ini pun beraneka rupa, ada yang memadukan dua warna atau lebih ke dalam satu pakaian, tak sedikit pula yang berani berkesperimen dengan menggabungkan motif garis vertikal dan horinzontal agar terlihat lebih menarik. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page