top of page

Patola, Cikal Bakal Motif Batik Masa Kini

Motif batik yang berkembang saat ini sebagian berasal dari motif-motif indah dan mewah dari India. Akulturasi dan domestifikasi membuatnya bertahan dari terjangan zaman.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Motif Patola pada arca Prajnaparamita koleksi Museum Nasional (dok. Sulistiani / Historia.id)

23 Des 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 10 Jul

PENGGUNAAN kain bermotif batik sebagai pakaian, umum dilakukan dalam berbagai kegiatan. Motif batik muncul di berbagai gaya busana seperti blouse, kemeja, celana, atau bahkan hanya dibiarkan menjadi lembaran kain yang dililit-lilit.


Salah satu motif batik yang diminati adalah batik Jlamprang asal Pekalongan. Motif ini mirip dengan motif batik Nitik dari Yogyakarta. Motif-motif seperti itu sudah ada sejak masa Jawa Kuno, dikenal dengan nama Patola.


Dalam Indonesische Siermotieven: Indonesian Ornamental Design, arkeolog Van der Hoop menggambarkan desain Jlamprang sebagai sekumpulan lingkaran yang menyentuh satu sama lain. Di dalam lingkaran-lingkaran itu diisi dengan mawar dan motif lain.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page