top of page

Batik ala Bung Karno

Sukarno memerintahkan Go Tik Swan membuat batik Indonesia. Batik baru yang melambangkan semangat kebangsaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno bersama Go Tik Swan berbaju beskap Jawa (kanan). (Facebook Batik Go Tik Swan K.R.T Hardjonagoro).

3 Jun 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 11 Mei

SUDAH rahasia umum apabila Presiden Sukarno bukan hanya cakap dalam berpolitik melainkan pula mumpuni dalam soal seni. Bakat seninya sudah tampak sejak kuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini ITB). Hampir semua bidang seni menjadi perhatian khusus Sukarno. Mulai dari seni dua dimensi seperti lukisan, batik, hingga seni tiga dimensi seperti patung dan karya arsitektur.


Soal batik, Sukarno pernah melontarkan gagasan soal batik Indonesia. Bung Besar menginginkan batik yang menampilkan nilai seni budaya sebagai jati diri bangsa sekaligus menyuarakan pesan persatuan Indonesia; sehingga batik di kemudian hari tidak lagi dikenal sebagai batik dari daerah penghasil batik tetapi batik yang mencerminkan persatuan Indonesia.


"Bung Karno memerintahkan kepada Go Tik Swan untuk menemukan batik Indonesia," kata Yuke Ardhiati, arsitek sekaligus pengajar di Universitas Pancasila, dalam diskusi virtual bertema "Bung Karno Sang Arsitek" yang dihelat Historia.ID, Selasa, 2 Juni 2020. Go Tik Swan atau Panembahan Hardjoanagoro semula adalah penari yang kemudian menjadi pengusaha batik di Surakarta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page