top of page

Batik ala Bung Karno

Sukarno memerintahkan Go Tik Swan membuat batik Indonesia. Batik baru yang melambangkan semangat kebangsaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 3 Jun 2020
  • 3 menit membaca

SUDAH rahasia umum apabila Presiden Sukarno bukan hanya cakap dalam berpolitik melainkan pula mumpuni dalam soal seni. Bakat seninya sudah tampak sejak kuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini ITB). Hampir semua bidang seni menjadi perhatian khusus Sukarno. Mulai dari seni dua dimensi seperti lukisan, batik, hingga seni tiga dimensi seperti patung dan karya arsitektur.


Soal batik, Sukarno pernah melontarkan gagasan soal batik Indonesia. Bung Besar menginginkan batik yang menampilkan nilai seni budaya sebagai jati diri bangsa sekaligus menyuarakan pesan persatuan Indonesia; sehingga batik di kemudian hari tidak lagi dikenal sebagai batik dari daerah penghasil batik tetapi batik yang mencerminkan persatuan Indonesia.


"Bung Karno memerintahkan kepada Go Tik Swan untuk menemukan batik Indonesia," kata Yuke Ardhiati, arsitek sekaligus pengajar di Universitas Pancasila, dalam diskusi virtual bertema "Bung Karno Sang Arsitek" yang dihelat Historia.id, Selasa, 2 Juni 2020. Go Tik Swan atau Panembahan Hardjoanagoro semula adalah penari yang kemudian menjadi pengusaha batik di Surakarta.


Go Tik Swan sebagai sampul buku Indonesia dan Sang Empu.
Go Tik Swan sebagai sampul buku Indonesia dan Sang Empu.

Batik Indonesia


Kedekatan Sukarno dengan Go Tik Swan tidak dibina dalam semalam. Perkenalan itu dimulai saat Dies Natalis Universitas Indonesia yang ke-5, jatuh pada 9 Februari 1955. Kala itu, Go Tik Swan bersama-sama mahasiswa lainnya mengadakan pementasan tari Gambir Anom di Istana Negara. Tari Gambir Anom adalah sebuah repertoar tari gaya Surakarta yang bertema gandrung (asmara).


Sukarno yang hadir pada malam itu menonton pertunjukan hingga rampung dan terkesan kepada Go Tik Swan. Sejak itulah, keduanya akrab dan Bung Besar kerap meminta bantuan Go Tik Swan untuk melayani tamu-tamu negara yang berkunjung di Istana Merdeka. Semakin lama Sukarno paham bahwa Go Tik Swan adalah keturunan keluarga pengusaha sekaligus pembatik.


Rustopo dalam bukunya Menjadi Jawa: orang-orang Tionghoa dan kebudayaan Jawa di Surakarta 1895-1998, menerangkan bahwa Go Tik Swan adalah keturunan dari Tjan Sie Ing yaitu seorang pemuka Tionghoa sejak zaman Pakubuwana IX dan X yang mendapat pangkat Luitenant der Chinezen van Surakarta oleh pemerintah kolonial Belanda. Maka, ketika Sukarno meminta Go Tik Swan untuk membuat batik Indonesia, ia bukan sembarang pilih orang. Sukarno menginginkan batik baru yang bukan batik Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Lasem, atau Cirebon.


"Ketika mendengar permintaan itu, Pak Go Tik Swan sempat panas dingin. Beliau akhirnya mencari ke beberapa daerah," ungkap Yuke yang menulis buku Bung Karno Sang Arsitek.


Pemuda Tionghoa kelahiran 11 Mei 1931 ini pun melakukan penelitian ke seantero sentra-sentra batik. Dari Surakarta, ia menuju sentra batik di Palmerah, Jakarta, lalu ziarah ke makam Luar Batang. Kemudian ia meneruskan ke utara dan ke timur menuju Cirebon dengan berkunjung ke sentra batik milik Haji Madmil dan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati.


Go Tik Swan meneruskan perjalanan ke Pekalongan, lalu terus ke Demak dan ziarah ke makam Sunan Kalijaga. Ia melanjutkan perjalanan hingga Tuban dan menyepi di makam Sunan Bonang lalu kembali ke Surakarta.


Upaya "laku" ini ternyata belum mendapatkan hasil. Go Tik Swan bahkan sempat ke Bali bersama Tjan Tjoe Sim, ahli sastra Jawa, ke rumah pelukis Walter Spies. Ia masih buntu. Hingga suatu ketika Go Tik Swan menerima wahyu.


Batik karya Go Tik Swan yang dibuat tahun 1964, koleksi Iwan Tirta. (dgi.or.id)
Batik karya Go Tik Swan yang dibuat tahun 1964, koleksi Iwan Tirta. (dgi.or.id)

Menurut Wenda Widyo Saksono dalam skripsi berjudul Peranan Go Tik Swan Hardjonagoro dalam Mengembangkan Batik di Surakarta 1955-1964, pada suatu malam, ketika Go Tik Swan duduk sendirian di bagian depan rumah (pendapa) yang setengah terbuka, dari jauh kelihatan bulan bergerak menuju kehadapannya. Bulan itu semakin dekat, semakin besar, sinarnya semakin terang. Sampai di hadapannya sinar bulan itu pecah dan hilang masuk ke dalam tubuh Go Tik Swan. Setelah peristiwa itu, Go Tik Swan sudah memiliki "wujud" batik Indonesia sesuai permintaaan Sukarno dan mulai memproduksinya di Kratonan 101.


"Akhirnya Go Tik Swan menemukan bahwa batik Indonesia adalah perpaduan batik klasik dan batik pasisiran. Perpaduannya lewat warna. Batik klasik warnanya cokelat hitam dan kebiruan, sedang batik pasisiran kaya warna. Sejak itu, semua anak dan istri Bung Karno dibikinkan batik Indonesia oleh Go Tik Swan," ujar Yuke.


Di sini nyata terlihat Sukarno sebagai pemberi ide atau penggagas mampu menggugah seorang seniman seperti Go Tik Swan untuk membuat karya, dalam hal ini batik, dengan napas keindonesiaan.


"Batik Indonesia yang digagas Sukarno ini sangat indah. Batik ini bisa dibuat lagi oleh pembatik masa kini," pungkas Yuke.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kesaksian eks tentara Jepang tentang ianfu dan penyesalannya ikut dalam Perang Pasifik. Wawancara dilakukan Koichi Kimura sebelum Mitsuhiro Tanaka meninggal dunia tahun 1991.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
bg-gray.jpg
Pernah berguru ke Rahmah El Yunusiyah dan H.R. Rasuna Said, Shamsiah Fakeh getol memperjuangkan kemerdekaan negeri dan kaumnya. Kini, buku memoar aktivis Malaysia berdarah Minang itu dilarang pemerintah Malaysia.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
transparant.png
bottom of page