top of page

“Kami Ditipu Kaisar Hirohito”

Kesaksian eks tentara Jepang tentang ianfu dan penyesalannya ikut dalam Perang Pasifik. Wawancara dilakukan Koichi Kimura sebelum Mitsuhiro Tanaka meninggal dunia tahun 1991.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Penobatan Kaisar Hirohito tahun 1928. (Wikimedia Commons).

10 Jul 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 29 Apr

MENANG jadi arang, kalah jadi abu. Perang bukan saja menyisakan kisah pedih bagi pihak yang diserang. Sesungguhnya, pihak penyerang pun merupakan korban secara tidak langsung, korban dari kepentingan politik terselubung penguasa. 


Ketika masih tinggal di Jepang, Mitsuhiro Tanaka berprofesi sebagai penebang pohon. Setelah mendapat panggilan wajib militer, dia dilatih di Manchuria (Tiongkok) pada usia 20 tahun. Dia kemudian ditugaskan sebagai ahli mesin kapal perang di Indonesia. 


Ketika Jepang kalah perang, Tanaka datang ke kota Magelang, lalu memutuskan tinggal dan menikah dengan perempuan Tionghoa. Tanaka beralasan, waktu itu kapal yang mengangkuti tawanan perang sudah tak ada lagi. Seandainya pulang pun, dia yakin akan dibunuh Sekutu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page