- 10 Jul 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 29 Apr
MENANG jadi arang, kalah jadi abu. Perang bukan saja menyisakan kisah pedih bagi pihak yang diserang. Sesungguhnya, pihak penyerang pun merupakan korban secara tidak langsung, korban dari kepentingan politik terselubung penguasa.
Ketika masih tinggal di Jepang, Mitsuhiro Tanaka berprofesi sebagai penebang pohon. Setelah mendapat panggilan wajib militer, dia dilatih di Manchuria (Tiongkok) pada usia 20 tahun. Dia kemudian ditugaskan sebagai ahli mesin kapal perang di Indonesia.
Ketika Jepang kalah perang, Tanaka datang ke kota Magelang, lalu memutuskan tinggal dan menikah dengan perempuan Tionghoa. Tanaka beralasan, waktu itu kapal yang mengangkuti tawanan perang sudah tak ada lagi. Seandainya pulang pun, dia yakin akan dibunuh Sekutu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















