top of page

Kisah Suharti dan Nakasone

Mantan perdana menteri Jepang mendirikan ianjo di Balikpapan. Salah satu korban perbudakan seksual di rumah bordil itu datang menemuinya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan bersama Perdana Menteri Jepang Yasuhiro Nakasone di Camp David, 13 April 1986. (NARA/Wikimedia Commons).

12 Jul 2023
6 menit membaca

Diperbarui: 21 Mei

PADA 1944, ketika berusia 15 tahun, Suharti diambil paksa dari desanya di Kediri, Jawa Timur. Bayan dan jogoboyo, keduanya staf lurah, datang ke rumah memintanya bekerja untuk Jepang. Ayahnya menolak dengan alasan anaknya buta huruf dan tak bisa bekerja. Namun, dua perangkat desa itu mendesak: “Ini perintah Jepang.” 


Siapa yang bisa menolak keinginan Jepang. Di desa, cerita tentang kekejaman Kenpeitai sering terdengar. Dengan berat hati, ayahnya melepas kepergian Suharti. 


Suharti dan rombongannya diberangkatkan dengan truk militer Jepang ke Surabaya. Setelah menunggu dua hari, kapal Nichimaru berlabuh dan mengangkut mereka ke Borneo (Kalimantan). Tiba di sana, kapal Nichimaru hanya menurunkan 14 orang, termasuk Suharti. “Sisanya, 36 orang, melanjutkan perjalanan yang tidak saya ketahui tujuannya,” ujar Suharti.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page