top of page

Tuntut Tanpa Rasa Takut

Para penyintas mengambil langkah hukum dengan membawa masalah ianfu ke pengadilan Jepang. Kelompok politik minoritas di Jepang pun menyiapkan RUU Ianfu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Aksi 1000 kali Aksi Setiap Hari Rabu di Seoul tahun 2010. (Korean Council).

9 Jul 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 21 Mei

SEJAK pengakuan Kim Hak-soon, perempuan asal Korea Selatan berusia 68 tahun, sejumlah mantan ianfu dari berbagai negara buka suara. Mereka bahkan menempuh langkah hukum ketika pemerintah Jepang tetap mengingkari keterlibatan militernya serta menolak tuntutan mereka soal permintaan maaf dan pemberian kompensasi. 


Sembilan mantan ianfu Korea memulainya pada 1991 dengan mengajukan tuntutan ke Mahkamah Agung untuk menuntut kompensasi. Meski ditolak, langkah ini tak menyurutkan mantan ianfu lain untuk mencobanya. Hingga 2001, tercatat beberapa mantan ianfu yang mengajukan gugatan, ke pengadilan negeri hingga Mahkamah Agung: Filipina, Korea, Belanda, China, dan Taiwan. 


Satu-satunya keputusan yang memberikan harapan adalah pengadilan negeri Shimonoseki di prefektur Yamaguchi pada April 1998. Pengadilan memutuskan pemerintah Jepang harus membayar kompensasi kepada tiga ianfu yang menjadi korban perbudakan seksual pasukan Kekaisaran Jepang selama perang 1931–1945. Pengadilan menganggap kegagalan kolektif anggota Diet (Parlemen Jepang) menjalankan tugas konstitusionalnya untuk membuat hukum kompensasi yang sesuai. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page