- 2 Okt 2023
- 5 menit membaca
Diperbarui: 2 jam yang lalu
HARI Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. Tanggal ini diambil dari penetapan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada 2 Oktober 2009. Sebelumnya, pada 4 September 2008 batik telah masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda dari Indonesia, yang ditetapkan oleh badan PBB bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan itu.
Mengutip laman Kemdikbud, batik dianggap memenuhi tiga dari lima domain berdasarkan Konvensi Internasional Perlindungan Warisan Budaya Takbenda Manusia tahun 2003. Tiga poin itu di antaranya tradisi dan ekspresi lisan, kebiasaan sosial dan adat istiadat masyarakat, ritus dan perayaan-perayaan, serta kemahiran kerajinan tradisional. Setelah dilakukan pengujian tertutup di Paris pada 11–14 Mei 2009, melalui sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage UNESCO, batik resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia ketiga setelah keris dan wayang.
Keindahan batik turut menarik perhatian Thomas Stamford Raffles, Letnan Gubernur Inggris di Jawa (menjabat 1811–1816). Pria kelahiran Jamaika, 6 Juli 1781 itu dikenal memiliki ketertarikan dan rasa ingin tahu yang besar terhadap keadaan penduduk, adat istiadat, geografi hingga keanekaragaman flora dan fauna di wilayah koloni. Oleh karena itu, selama bertugas di Jawa, ia menulis catatan yang kemudian dibukukan berjudul The History of Java.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















