- 10 Agu 2023
- 4 menit membaca
Diperbarui: 6 Jul
EMPAT arca Candi Singhasari yakni Durga, Mahakala, Nandishvara, dan Ganesha, termasuk dalam benda-benda bersejarah dari Indonesia yang dikembalikan oleh Belanda. Tak hanya proses pengembalian yang menjadi perhatian masyarakat, sejarah mengenai Candi Singhasari serta perjalanan arca-arca tersebut sampai di negeri Belanda juga menjadi sorotan.
Nicolaus Engelhard, pejabat administrasi kolonial Belanda yang tertarik terhadap benda-benda antik, disebut sebagai orang pertama yang mengunjungi Candi Singhasari pada awal abad ke-19. Ia juga memerintahkan pemindahan sejumlah arca dari candi tersebut ke kediamannya di Semarang. Enam arca peninggalan kerajaan Singhasari itu kemudian dikirimkan secara berkala ke Belanda pada 1819 dan 1827.
Eksplorasi Candi Singhasari tak hanya dilakukan Engelhard. Beberapa tahun setelah kunjungannya ke kompleks candi tersebut, Thomas Stamford Raffles juga menyelidiki situs ini pada 1815. Dalam bukunya The History of Java, Raffles menulis bahwa situs ini berdiri tidak jauh dari pintu masuk hutan jati, yang jaraknya sekitar empat mil dari Lawang dan berada di sebelah kanan jalan raya menuju Malang. Kondisi candi, yang kemudian dikenal dengan nama candi menara, pada awal abad ke-19 menarik perhatian sang letnan gubernur jenderal.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















