top of page

Bukan Sembarang Maen Pukulan

Berasal dari Tiongkok, aliran silat beksi mampu bertahan dua abad lamanya. Anggotanya dilatih bukan untuk menjadi jago atau jawara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Muali Yahya bersama murid-muridnya berlatih silat beksi. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

18 Jul 2023
7 menit membaca

HALAMAN parkir Masjid Jami Nurul Falah di Ragunan, Jakarta Selatan, penuh orang berpakaian serba hitam. Sebagian berusia belia. Beberapa masih anak-anak. Sabuk hijau khas betawi melingkari pinggang mereka. Mereka lagi berlatih jurus silat. Dipandu seorang guru, gerakan mereka tampak lincah. Sesekali kaki dihentakkan, buuuk. Lalu pukulan dilayangkan. Kepalan tangan mereka dibalik dan lengan menghadap ke atas.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page