top of page

Bule Bela Indonesia Merdeka

Para bule ini menjadi pengabar sekaligus pendukung Indonesia merdeka. Seiring zaman, kiprah mereka terlupakan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

John Edward dan Piet van Staveren, dua propagandis bule untuk Indonesia merdeka. Foto: Dok. Muhammad TWH dan Hendi Jo.

8 Mar 2017
2 menit membaca

Diperbarui: 30 Apr

SELAMA ini, sejarah Indonesia seakan hanya mengenal nama K'tut Tantri alias Muriel Stuart Walker yang menjadi propagandis bagi kemerdekaan Indonesia. Muriel yang dikenal dengan cuap-cuap pedasnya terhadap Inggris dan Belanda dalam perang di Surabaya (November 1945), merupakan warga negara Amerika Serikat keturunan Skotlandia. Dia mengawali kiprahnya sebagai seorang propagandis pro-Republik di Radio Pemberontakan Surabaya.


“Dia tandem yang cocok bagi Bung Tomo,” ujar sejarawan Rushdy Hoesein kepada Historia.ID.


Namun, tak banyak orang mengetahui bahwa Muriel bukan satu-satunya. Ada beberapa bule yang pernah terlibat sebagai juru propaganda Indonesia dalam era revolusi. Di antaranya adalah John Edward, Piet van Staveren, dan Elisabeth van Voorthangsen.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page