- 5 Jun 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 9 Apr
GURUN Lop Nur di kawasan Xinjiang, China yang tenang mendadak bergetar hebat hari itu, 16 Oktober 1964. Sekira pukul 3 petang, bom atom “Miss Qiu” dari Project 596 yang dipasang di atas menara buatan setinggi 102 meter meletup dahsyat. Kekuatannya yang 22 kiloton TNT lebih besar dari dua bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945 hingga menciptakan “awan jamur” setinggi 909 meter di atas permukaan laut.
“China meledakkan bom atom pada pukul 15.00 pada 16 Oktober 1964 dan oleh karenanya jadi uji coba (senjata) nuklir pertama yang sukses. Ini jadi pencapaian besar bagi China dalam memperkuat pertahanan nasionalnya dan dalam menentang kebijakan serta ancaman nuklir imperialis Amerika Serikat,” bunyi pernyataan pemerintah China dalam buku Break The Nuclear Monopoly, Eliminate Nuclear Weapons.
“Miss Qiu” merupakan alat uji ledak nuklir fisi uranium-235 yang digarap tim peneliti pimpinan fisikawan Deng Jiaxian dalam program “Dua Bom, Satu Satelit”. Kesuksesan China sebagai negara Asia pertama yang memiliki bom atom di awal era perlombaan senjata nuklir itu turut jadi perhatian Presiden Sukarno.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















