- 4 Jun 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 9 Apr
PROYEK penulisan ulang sejarah nasional Indonesia gagasan Kementerian Kebudayaan RI masih menyisakan sejumlah persoalan. Salah satunya disuarakan anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno yang mempertanyakan sejarah mengenai masa pemerintahan Presiden Sukarno. Dalam kerangka rancangan jilid ke-8, sejarah Indonesia di era Bung Karno disajikan dengan tajuk “Masa Bergejolak dan Ancaman Integrasi”.
Memang tidak dipungkiri bahwa di masa pasca-perang kemerdekaan, Indonesia beberapa kali direcoki oleh konflik di beberapa wilayah. Namun, menurut Puti Guntur, di masa Bung Karno itu pula titik awal Indonesia punya beberapa prestasi yang diakui dunia internasional.
“Kita harus secara jujur dan jernih melihat bahwa di dalam masa pemerintahan Sukarno, di sinilah juga masa di mana kita membangun jati diri dan identitas kita sebagai suatu bangsa. Di masa ini pun dengan negara yang masih baru merdeka kita punya capaian-capaian, di mana Indonesia dapat dilihat oleh dunia sebagai negara yang sangat memperjuangkan pembukaan UUD 1945 kita, tidak adanya penjajahan di atas dunia. Di mana Konferensi Asia-Afrika, lalu kemudian adanya Gerakan Non-Blok, gedung yang kita pakai di sini dikatakan sebagai salah satu proyek mercusuar Bung Karno, ini adalah gedung di mana representasi Indonesia bisa berdiri dengan tidak terkooptasi hegemoni arus Rusia dan Amerika (Serikat) ketika itu,” tegas cucu Bung Karno itu dalam rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Kemenbud, 26 Mei 2025, yang ditayangkan akun Youtube TVR Parlemen.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















