- 13 Sep 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 31 Jan
KETIKA berkunjung ke Kerajaan Mataram pada pertengahan abad ke-17, Rijckloff van Goens, seorang wakil VOC, mengamati kebiasaan berbusana para bangsawan. Di atas kuda, para bangsawan berkumpul di alun-alun dan “dengan sangat tekun” mengamati penutup kepala yang dikenakan Raja Amangkurat I: apakah tutup kepala gaya Jawa atau turban ala Turki.
“Jika raja mengenakan turban, semua orang menanggalkan tutup kepala mereka dan mengambil penutup kepala lain dari pelayan mereka agar sama dengan sang raja,” tulis van Goens, seperti dikutip Kees van Dijk, “Sarung, Jubah, dan Celana: Penampilan sebagai Sarana Pembedaan dan Diskriminasi”, termuat di Outward Appearances yang disunting Henk Schulte Nordholt. Goens memberikan laporan ini pada awal Islamisasi di Jawa.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












