top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Candra Naya yang Terjaga

Gedung cagar budaya ini dulunya rumah keluarga Khouw, konglomerat Tionghoa di Batavia. Kini, Candra Naya difungsikan sebagai tempat wisata edukasi dan ibadah.

26 Jul 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Gedung cagar budaya Candra Naya di Jalan Gajah Mada No. 188 Jakarta Barat. (Laila Amalia Khaerani/Historia.ID).

LORONG-LORONG membentang di antara bangunan tua dengan arsitektur Tionghoa yang khas. Diselimuti cahaya lembut dari lampion-lampion merah yang menggantung dengan tenang. Inilah Gedung Candra Naya, bangunan seluas sekitar 2.250 meter persegi, yang berada di kawasan Glodok. Persisnya berlokasi di Jalan Gajah Mada No. 188, Jakarta Barat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Perang Jawa Memicu Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Perang Jawa Memicu Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Hubungan diplomatik Indonesia dan Belgia secara resmi sudah terjalin sejak 75 tahun silam. Namun, siapa nyana, kemerdekaan Belgia dari Belanda dipicu oleh Perang Jawa.
Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja bersekutu melawan Belanda. Keduanya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Prajurit Keraton Ikut PKI

Prajurit Keraton Ikut PKI

Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
bottom of page