top of page

Cerita Para Desersi Jepang

Ribuan eks tentara Jepang membelot ke Indonesia selama perang kemerdekaan. Lebih banyak bermotif cinta.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Masharo Aoki dan Hasegawa saat ditangkap tentara Belanda di Garut. (Nationaal Archief).

3 Agu 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 21 Mei

ALKISAH pada pertengahan April 1946, Squadron Leader Frederick George Birchall dikabarkan hilang di perbatasan Sukabumi dan Bogor. Petugas AWCD (Australian War Crimes Detachment) yang tengah memburu para penjahat perang Jepang tersebut disinyalir telah tewas bersama tiga rekannya.


Menurut Priyatna Abdurrasyid, mereka kabarnya dibunuh oleh satu seksi TRI (Tentara Repoeblik Indonesia) yang dipimpin seorang eks tentara Jepang. “Rupanya serdadu Jepang itu adalah bekas algojo kamp konsentrasi di wilayah Indonesia Timur yang tengah diburu oleh pihak Australia,” ujar eks pimpinan tim pencari tiga petugas AWCD dari pihak Republik Indonesia tersebut.


Selama Perang Kemerdekaan (1945-1949) berlangsung di Indonesia, sekira 1500 eks tentara Jepang memutuskan untuk bergabung dengan gerakan pembebasan Indonesia. Mereka bahu membahu bersama para pejuang Republik melawan militer Belanda di Jawa dan Sumatera.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mulai dari nilai estetis hingga ekologis, taman-taman berdiri di berbagai belahan bumi; menghiasi babakan-babakan peradaban.
Mulai dari nilai estetis hingga ekologis, taman-taman berdiri di berbagai belahan bumi; menghiasi babakan-babakan peradaban.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Nilai budaya Melayu mulai luntur. Namun, bisa kembali dihidupkan melalui ingatan kolektif yang masih muncul dalam tradisi masyarakat Melayu.
Nilai budaya Melayu mulai luntur. Namun, bisa kembali dihidupkan melalui ingatan kolektif yang masih muncul dalam tradisi masyarakat Melayu.
transparant.png
bottom of page