- 13 Jul 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 13 Feb
PAGI baru saja menyeruak di Taman Makam Pahlawan Tenjolaya, Garut, Jawa Barat. Hawa sejuknya bersanding dengan kehangatan cahaya matahari yang menyentuh bentangan rerumputan dan pohon-pohon hijau. Di sebuah sudut, seorang perempuan muda berwajah oriental terpaku di hadapan makam bernisan kelabu yang bertuliskan: Komaruddin/Yang Chil Sung.
“Tadinya saya tak percaya ada orang Korea yang ikut berjuang demi kemerdekaan Indonesia, tapi inilah buktinya,” ujar Chae-eui Hong, perempuan muda tersebut, seorang jurnalis Korea Selatan. Baginya, sulit membayangkan seseorang rela mati ribuan kilometer dari kampung halamannya demi kemerdekaan bangsa lain.
“Dia pasti punya alasan yang sangat istimewa,” ujarnya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












