top of page

Dari Mata Keranjang hingga Mata Ijo

Inilah asal-usul istilah mata keranjang, hidung belang, dan mata ijo.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterszoon Coen, karya Jacques Waben. (Wikimedia Commons).

  • 30 Jul 2020
  • 2 menit membaca

Istilah Mata Keranjang


Ada dua pendapat berbeda. Remy Sylado yakin ini lantaran transliterasi dan transkripsi yang tak konsisten dari huruf Arab gundul ke aksara Melayu. Dalam Arab gundul, mata keranjang tersusun atas huruf mim-alif-ta dengan kaf-ra’-nun-jim-nga. Karena huruf kaf dan ra' digandeng, orang membacanya mata keranjang.


Mulanya istilah ini untuk menandakan keranjang punya banyak celah yang bisa tembus mata. Tapi ketika Ejaan Yang Disempurnakan resmi digunakan pada 1972, preposisi "ke" terpisah dengan kata di depannya sehingga menjadi "mata ke ranjang". Ini mengasosiasikan mata melihat lawan seks lalu langsung terpikir ke atas ranjang.


Pendapat berbeda diutarakan sejarawan Alwi Shahab. Menurutnya istilah ini berasal dari kebiasaan lelaki Jakarta melihat nona-nona Indo bercelana pendek bermain bola keranjang (basket) pada 1950-an.


Istilah Hidung Belang


Penggunaan istilah hidung belang terjejaki dari kisah cinta yang tragis Jan Peterszoon Coen, mantan Gubernur Jenderal VOC. Dia mencintai anak tirinya, Sarah Specx. Namun, anak tirinya justru lebih memilih perwira VOC, Pieter Cortenhoeff. Coen, yang melihat anak tirinya berduaan di kamar bersama perwira VOC itu, sontak berang. Dia mencambuk Specx dan menghukum mati Cortenhoeff.


Menurut Remy Sylado, sebelum dieksekusi, Cortenhoeff diarak keliling kota. Masyarakat Batavia menghujat dan mencoreng wajah Cortenhoeff dengan arang. Karena corengan arang, yang juga mengenai hidungnya, masyarakat menjulukinya hidung belang. Cortenhoeff si hidung belang. Saat itulah istilah hidung belang mulai dikenal.


Menariknya, pemerintah kolonial Belanda pernah menyensor pementasan teater yang mengangkat kisah cinta Coen dan anak tirinya. Soalnya, kisah cinta ini jelas menodai citra sang pahlawan nasional Belanda itu.


Mata Ijo Mata duitan


Sejarawan Alwi Shahab menyebut sebutan ini bermula dari dekade 1950. Kala itu uang di Indonesia masih dalam pecahan sen. Uang pecahan seratus sen disebut dengan istilah ce-tun atau seperak.


Uang seperak ini warnanya hijau, hingga ada istilah "matanye ijo kalo liat duit". Istilah itu digunakan untuk menyebut orang mata duitan.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
Jejaring sosial bukan barang baru. Cikal-bakalnya sudah tercipta sebelum internet meluas di dunia.
Jejaring sosial bukan barang baru. Cikal-bakalnya sudah tercipta sebelum internet meluas di dunia.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Dari sebuah pelana kuda, Hermes menjadi kunci untuk memasuki kalangan sosialita.
Dari sebuah pelana kuda, Hermes menjadi kunci untuk memasuki kalangan sosialita.
Perayaan Imlek di Batavia selalu diramaikan oleh tanjidor. Setelah dilarang Wali Kota Sudiro, Imlek sepi tanpa tanjidor.
Perayaan Imlek di Batavia selalu diramaikan oleh tanjidor. Setelah dilarang Wali Kota Sudiro, Imlek sepi tanpa tanjidor.
transparant.png
bottom of page