- Amanda Rachmadita
- 6 Nov 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 7 Jan
MALAM telah larut tetapi suasana di dalam sebuah arena di salah satu wilayah Amerika Serikat itu masih saja ramai dengan teriakan para penonton yang tengah menyaksikan dansa maraton, sebuah kompetisi berhadiah uang yang sangat digemari oleh penduduk Negeri Paman Sam di masa Depresi Besar. Sorak-sorai para penonton yang memberi dukungan kepada para kontestan yang telah menari selama berhari-hari beradu dengan iringan musik dari fonograf di sudut arena. Keriuhan ini seakan memberi gambaran lain dari Depresi Besar yang menghancurkan ekonomi AS di tahun 1930-an. Dansa maraton tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga peluang untuk bertahan hidup di tengah krisis yang tak menentu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












