top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Di Balik Operasi Bayi Biru yang Bersejarah

Operasi bayi biru tak hanya dipandang sebagai peristiwa bersejarah dalam dunia kedokteran, tetapi juga menjadi gambaran bagaimana rasisme dan diskriminasi dialami penduduk Amerika keturunan Afrika.

16 Sep 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Vivien Thomas (kiri) memberikan instruksi dari belakang ahli bedah Alfred Blalock ketika operasi bayi biru di John Hopkins, Amerika Serikat, November 1944. (Wililiam S. Stoney, Pioneers of Cardiac Surgery).

  • 17 Sep 2024
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 31 Jan

Film Something the Lord Made yang dirilis pada 2004 diadaptasi dari sebuah peristiwa bersejarah dalam dunia kedokteran, yaitu operasi bayi biru yang dilakukan seorang ahli bedah bernama Alfred Blalock di John Hopkins, Amerika Serikat pada November 1944. Dalam film yang disutradarai Joseph Sargent itu dikisahkan Blalock, diperankan aktor kawakan Inggris Alan Rickman, menerima tantangan untuk melakukan operasi terhadap seorang bayi perempuan berusia delapan belas bulan yang sakit parah dengan penyakit jantung sianotik yang fatal. Kelainan jantung ini menyebabkan tubuh pasien mungil tersebut tampak membiru.


Menurut dokter bedah jantung, Wililiam S. Stoney dalam Pioneers of Cardiac Surgery, istilah “bayi biru” menggambarkan pasien dengan kelainan jantung bawaan yang mengedarkan darah arteri yang tidak jenuh. Hal ini menyebabkan perubahan warna kebiruan pada anak, yang paling terlihat pada bibir, mata, dan kuku. Meskipun terdapat banyak kelainan jantung yang menyebabkan “penyakit jantung sianotik”, namun yang paling umum terjadi setelah masa bayi adalah Tetralogy of Fallot (ToF), yang dinamai sesuai nama dokter Prancis, Etienne Fallot, yang pertama kali mendeskripsikannya secara akurat pada 1888. Dua ciri penting yang berkaitan dengan ToF adalah terhalangnya aliran darah ke paru-paru (stenosis paru) dan defek septum ventrikel yang besar (celah di antara dua bilik pemompaan jantung), yang memungkinkan darah vena biru disalurkan ke dalam sirkulasi sistemik.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page