- 8 Des 2023
- 4 menit membaca
Diperbarui: 23 Jul
SEORANG wanita tergesa-gesa memasuki kantor pos di Lebanon, Ohio, Amerika Serikat. “Saya ingin mengirimkan bayi ini melalui paket pos,” kata Ny. Ed Rudabaugh. Tukang pos kaget dan mencubit dirinya apakah bermimpi atau tidak. Ketika menyadari dalam keadaan sadar, tukang pos itu berkata, “baiklah, mari kita timbang bayi tersebut,” katanya. Peristiwa tak biasa itu diberitakan surat kabar The Fairmont West Virginia, 12 Januari 1914.
Kala itu, layanan parcel post atau mengirim paket melalui pos tengah menjadi primadona masyarakat AS, khususnya penduduk di pedesaan. Salah satu penyebabnya karena layanan tersebut memungkinkan barang-barang yang dibeli dapat dikirim melalui pos ke rumah-rumah mereka.
David J. Lewis M.C. menulis dalam “The Economy of the Parcel Post”, termuat di National Waterways: A Magazine of TransportationVolume 1, seminggu setelah peresmian layanan paket pos oleh Kepala Pos Frank Harris Hitchcock pada awal tahun 1913, terdapat empat juta paket yang dikirim dari lima puluh kota terbesar di AS.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















