Diperbarui: 26 Agu
KEMAJUAN teknologi membuat transaksi jual beli tak hanya secara tatap muka. Belanja daring telah menjadi kebiasaan masyarakat di era serba digital, yang kian populer di masa pembatasan aktivitas sebagai imbas pandemi Covid-19. Berbagai barang, mulai dari makanan, keperluan rumah tangga hingga elektronik, dapat dibeli melalui beragam situs jual beli daring.
Belanja daring sangat mengandalkan jasa ekspedisi. Pertumbuhan jasa pengiriman barang beriringan dengan meningkatnya minat masyarakat dalam belanja daring. Kehadiran jasa pengiriman barang tak terbatas pada perusahaan milik negara seperti Pos Indonesia, tetapi banyak pula pihak swasta yang menjalankan bisnis ini.
Dukut Imam Widodo dalam Djember Tempo Doeloe menyebut kantor pos pertama di Hindia Belanda merupakan Kantor Pos di Batavia yang diresmikan oleh Gubernur Jenderal G.W. Baron van Imhoff pada 26 Agustus 1746. Empat tahun kemudian kantor pos dibuka di Semarang, Surabaya, dan selanjutnya menjamur di berbagai kota besar di Hindia Belanda.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















