- 16 Okt 2025
- 3 menit membaca
SCHOOL tot Opleiding voor Indische Artsen (STOVIA), yang masih sering disebut Sekolah Dokter Djawa, merupakan sekolah favorit keluarga priayi Jawa. Salah satu murid sekolah yang pernah dicap sekolah miskin oleh golongan atas itu adalah Latip dari Grobogan, Jawa Tengah.
Latip lahir pada tahun 1885. Menurut buku Perkembangan Pendidikan Kedokteran di Waltevreden 1851-1926, setelah delapan tahun belajar di sekolah dokter itu, Latip dinyatakan sebagai dokter Hindia (Indisch Arts) pada Oktober 1908. Berhubung STOVIA sekolah kedinasan, maka Latip harus bekerja untuk pemerintah selama sekitar 14 tahun.
“Bekerja untuk pemerintah Hindia Belanda, setiap waktu harus siap untuk dipindahkan dari Batavia ke Bali, kemudian ke Medan. Akhirnya dia keluar dari dinas pemerintah Hindia Belanda, bergabung dengan perusahaan Belanda, Timah,” catat Hewawati Diah dkk. dalam Kembara Tiada Akhir.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












