- 14 Agu 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 Apr
HARI pernikahan B.M. Diah dan Herawati Latip tinggal menghitung hari. Rencananya mereka akan menikah pada 18 Agustus 1942. Tiga hari menjelang pernikahan, kesibukan terlihat di kediaman dr. Latip, ayah Herawati. Selain tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk pesta kecil yang akan diselenggarakan, orang-orang di rumah itu juga gempar karena calon pengantin pria “hilang”.
“Padahal segala persiapan sudah jauh. Baju pengantin sudah jadi. Tukang rias pengantin sudah siap. Makanan sudah dipesan,” cerita Herawati dalam B.M. Diah Wartawan Serba Bisa karya Toeti Kakiailatu.
Kabar penangkapan B.M. Diah tak hanya mengejutkan Herawati, tetapi juga keluarganya. Sebab, rencana pernikahan yang telah disiapkan sejak jauh-jauh hari terancam batal karena wartawan Asia Raya itu dibawa Kempeitai (polisi rahasia Jepang) beberapa hari menjelang pernikahannya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















