top of page

Dono dan Artikel-Artikelnya

Ulasan Dono tentang dunia lawak Indonesia 1990-an dan kondisi masyarakat pasca Reformasi. Disampaikan dengan penuh humor.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dono sedang bekerja membuat sketsa untuk harian Salemba. (Dok. Andika Aria Sena).

21 Jul 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 18 Apr

WAHYU Sardono atau Dono beken sebagai komedian grup Warkop DKI. Dalam film, dia sering tampil sebagai lelaki bodoh dengan nasib malang dan objek penderita bagi dua kawannya, Kasino dan Indro. Tapi di sejumlah penampilan lainnya, dia justru melontar humor bermuatan kritik sosial. Misalnya saja ketika menyanyikan lagu “Aku Anak Desa” dalam film Gengsi Dong.


Di luar film, Dono lebih terang lagi dalam melempar kritik sosial. Dia melakukannya lewat sejumlah artikel di media massa. Dua di antaranya sempat viral belakangan ini. Yang pertama tentang kisah polisi lalu-lintas bernama Sertu Jumadi. Yang kedua perihal polah kelas menengah di Indonesia. Selain dua artikel tersebut, masih ada beberapa artikel lainnya. Dia beberapa kali menulis di media massa tentang lawak dan masalah sosial.


"Dia sempat ngomong ke saya, enakan nulis artikel di koran dibanding novel. Novel nulisnya lama, tapi royaltinya sedikit dan lama [dapatnya]. Nulis artikel di koran, pendek-pendek tapi duitnya banyak dan cepet dapatnya," kata Andika Aria Sena, anak almarhum Dono, kepada Historia.ID. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Lorong Zaman Puasa
Lorong Zaman Puasa
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
transparant.png
bottom of page