top of page

Dua Kaki Pengusaha Anwar Sutan Saidi 

Anwar Saidi, saudagar “urang awak” yang jadi “bohir” banyak tokoh perjuangan. Senjata yang dibelinya modal berharga perjuangan bersenjata di Sumatra.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pengusaha Anwar Sutan Saidi (berdiri, keempat dari kiri) di antara para tokoh dan ulama Minang (Repro: "Dari Pemberontakan ke Integrasi")

10 Jul 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 27 Des 2025

SEBAGAI pengusaha, Anwar Sutan Saidi memupuk kekayaan dengan memberdayakan perekonomian rakyat di pesisir barat Sumatera hingga membangun bank yang jadi fondasi perusahaan-perusahaan lainnya. Menurut Audrey R. Kahin dalam Rebellion to Integration: West Sumatra and the Indonesian Polity: 1926-1998, Anwar berfokus pada upaya-upaya pengembangan potensi dagang di daerah dataran tinggi Minangkabau, utamanya di Agam yang lahan pertanian dan perkebunannya terbatas. Di Sungai Puar, Ampat Angkat, Kamang, Koto Gadang, hingga Guguk, potensi datang dari banyaknya barang kerajinan besi, ukiran kayu, pakaian, perabot, hingga perak.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page