- Petrik Matanasi
- 19 Des 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 1 Jan
TIDAK ada orang yang ingin sakit. Selain rasa badan tak enak, sedikit-banyak akan merepotkan orang lain. Terlebih, bila uang untuk berobat tidak punya. Hal itulah yang dialami Atim, perempuan petani asal Probolinggo, pada awal dekade 1950-an.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












