Diperbarui: 23 Jul
ANAK-ANAK semestinya mendapat perlindungan dan perlakuan yang aman dan nyaman baik dari orang tuanya sendiri maupun orang dewasa di sekitarnya. Namun, yang terjadi belakangan ini justru sebaliknya. Berita berseliweran tentang kekerasan pada anak, bahkan ada yang berujung pada kematian. Tentu masih segar dalam ingatan, kasus Dante, bocah berusia enam tahun yang ditenggelamkan di kolam renang hingga tewas oleh Yudha Arfandi, yang tidak lain merupakan kekasih dari selebgram Tamara Tyasmara, ibunda Dante.
Belum lama ini, pemilik tempat penitipan anak (daycare) Wensen School di Cimanggis, Depok bernama Meita Irianty harus berurusan dengan hukum karena menganiaya anak di penitipannya. Dalam rekaman CCTV, Meita terlihat memukul, menginjak bayi berusia sembilan bulan hingga mengalami dislokasi kaki. Dia juga kedapatan menganiaya anak berusia tiga tahun.
Yang terbaru, tempat penitipan anak Early Step Daycare di Pekanbaru juga melakukan kekerasan pada anak titipannya. Inipun sama parahnya. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat seorang pengasuh yang juga pemilik penitipan melakban kaki anak balita. Selain dilakban, anak dalam penitipan juga tidak diberi makan dan minum dengan alasan supaya tidak buang air besar maupun kecil. Entah apa isi otak manusia-manusia begini sehingga memperlakukan anak-anak sedemikian sadis.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















