top of page

E.S. Pohan dari PID ke PRRI

Wakil PRRI di Singapura ini menjalin kontak dengan intelijan Amerika Serikat dan Inggris. Berakhir jadi pendeta.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi E.S. Pohan. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

5 Jan 2021
4 menit membaca

KANTORNYA berada pada salah satu bangunan di belakang gedung Raffles Place, Singapura. Untuk sampai ke sana harus melalui trotoar sempit yang ditaburi noda merah dari ludah sirih seorang penjaga Sikh, bau debu, saluran pembungan, dan air seni. Di sanalah, James Mossman, menemui E.S. Pohan, “duta besar” pemberontak di Asia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
transparant.png
bottom of page