top of page

Gang Kelinci di Dalam dan Luar Lagu

Seniman, mahasiswa hingga tokoh pergerakan nasional pernah tinggal di Gang Kelinci. Gang ini populer lewat lagu pop Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lilis Suryani, penyanyi lagu "Gang Kelinci". (Bintang Rekaman jang Tjemerlang/Wikimedia Commons).

2 Mei 2025
3 menit membaca

DULU, pernah populer sebuah lagu berjudul “Gang Kelinci”. Penciptanya belum lama berpulang ke Sang Pencipta. Namanya Sudarwati alias Sumarti alias Titiek Puspa (1937-2025), yang berpulang pada 10 April 2025 silam. Lagu “Gang Kelinci” cukup unik lantaran mengisahkan tema tak umum. Temanya tentang sebuah gang di kota Jakarta yang dihuni banyak penduduk.


“Entah apa sampai namanya Kelinci. Mungkin dulu kerajaan kelinci. Karena manusia bertambah banyak. Kasihan kelinci terdesak,” demikian bunyi salah satu bait lagu yang sohor dibawakan oleh Lilis Suryani di era 1960-an itu.


Siapapun yang pernah mendengar lagu ini tapi tak pernah ke Jakarta, bisa saja mengira Gang Kelinci hanya sebuah gang khayalan untuk menggambarkan betapa padatnya kota Jakarta sejak zaman Presiden Sukarno.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page