top of page

Berlan Kampung Serdadu dan Anak Kolong

Sedari dulu, Berlan adalah daerah militer. Di zaman KNIL, Jepang, ataupun Indonesia, tetap sama.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Serdadu Yon Zipur 11/DW sedang lari bersama. Batalyon yang bermarkas di Berlan, Jakarta ini melanjutkan tradisi Berlan sebagai kawasan militer sejak zaman Belanda. (Instagram Yon Zipur 11/DW).

29 Apr 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 23 Jul

TAK sampai satu kilometer dari Stasiun Manggarai, Jakarta, di sebelah timur laut ada kompleks perumahan padat. Isinya mayoritas rumah tentara. Kendati banyak rumah dan bangunannya sudah baru, sejak dulu militer sudah menetap di sana. Adalah tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL) yang memulainya.


Lebih dari 200 tahun lalu, daerah itu cukup penting bagi militer Belanda era Herman Willem Deandels. Pada 1811 itu, tentara Belanda bertahan di Benteng Meester Cornelis yang kini menjadi Pasar Jatinegara.


Nama kompleks tentara itu Beerenlaan. Asal nama itu, menurut koran Bataviaasch Nieuwsblad tanggal 2 Mei 1928, “kemungkinan besar berasal dari benteng yang terletak di sana ‘berend’ (bisa diartiken sebagai beruang).” Pada 1811, benteng itu diserbu tentara Inggris.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page