top of page

Horor Gang Buntu Teror Orde Baru

Berawal dari tempat usaha kain batik, lahan di Gang Buntu, Jakarta Selatan kemudian diambil alih tentara. Dijadikan tempat pemeriksaan, penyiksaan, dan penahanan paling mengerikan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Salah satu bangunan di bekas kompleks Penjara Gang Buntu. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

17 Agu 2023
7 menit membaca

RAMAI kendaraan tak pernah henti melewati jalan ini. Angkutan kota hilir mudik mengangkut dan mengantarkan penumpang. Jalan Raya Kebayoran Lama di kawasan Jakarta Selatan selalu sibuk. Namun, di sebuah bangunan besar yang berada di sisi jalan, tak jauh dari Pasar Kebayoran Lama, kehidupan seolah berhenti. Temboknya tinggi, gompal di sana sini. Pintu gerbangnya jarang terbuka lebar. Beberapa pedagang kaki lima tinggal di rumah berpetak-petak itu namun terlihat bangunan itu tak terawat. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page