- 20 Okt 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 21 Okt 2025
DI perantauannya, Belanda, pemuda Achmad Albar tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mengasah kreativitasnya. Bersama teman-temannya, dia mendirikan Clover Leaf, band rock atau pop Barat yang terbilang sukses. Mereka berhasil terkenal di sana. Band mereka salah satu idola remaja.
Clover Leaf, disebut Vlaardingse Courant tanggal 19 Desember 1969, diterima telinga publik Belanda berkat lagu “Time Will Show”. Albar yang dikenal juga karena berambut kribo menemukan jati dirinya di negeri yang memberinya kebebasan dalam bermusik. Waktu dia meninggalkan Indonesia, jangankan membawakan lagu Barat, pria dengan rambut sedikit panjang saja bisa jadi masalah.
Pada 1970, seorang pemuda Indo bergabung ke dalam Clover Leaf. Pemuda yang disapa Loetje itu nama panjangnya adalah Ludwig Lemans. Het Vrije Volk tanggal 12 Agustus 1971 menginformasikan, formasi Clover Leaf pada 1971 terdiri dari Achmad Albar (vokal), Jack Verburght (gitar), Loetje (bass), Marcel Lahaye (organ), dan Adri Verheyen (drum). Pada tahun itu juga mereka menggarap lagu “Tell the World”. Gaya Lagunya mirip lagu band rock Belanda Shocking Blue.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.











