- 20 Apr 2018
- 2 menit membaca
Diperbarui: 8 Mar
KERITING, tebal, dan mengembang. Begitulah gaya rambut yang menjadi ciri khas Eddi Brokoli, penyanyi dan aktor Indonesia. Dengan gaya rambut Afro itu, di Indonesia dikenal dengan sebutan kribo, dia jadi mudah dikenali para penggemarnya.
Gaya rambut itu mulai dipopulerkan empat dekade lalu. Mulanya, pada pertengahan 1960-an, orang-orang kulit hitam di Amerika Serikat mendefinisikan ulang diri mereka. Dipicu peristiwa pembunuhan tokoh hak asasi manusia Afrika-Amerika, Malcolm X, pada 21 Februari 1965, mereka melancarkan sebuah “revolusi sunyi”, tanpa turun ke jalan.
Orang-orang kulit hitam berhenti meluruskan rambut dan mulai menonjolkan kebanggaan warisan rasial melalui gaya rambut. Carole Elizabeth Boyce Davies dalam buku Encyclopedia of the African Diaspora menyebut, gaya rambut Afro mendapatkan makna politis begitu menjadi simbol Black Power Movement.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












