- 26 Sep 2025
- 6 menit membaca
Diperbarui: 9 Des 2025
SETELAH belum lama ini mendatangkan kapal fregat terbesar di Asia Tenggara, KRI Brawijaya-302 (6.270 ton), Indonesia berencana kembali memboyong kapal perang demi memperkuat kekuatan maritimnya. Tak tanggung-tanggung, yang sudah masuk keranjang belanja adalah kapal induk Giuseppe Garibaldi (14.000 ton) dari Italia.
Meskipun kapal induknya bekas, tetap saja rencana itu bisa bikin heboh se-kawasan. Pasalnya, pada 1960-an negara-negara tetangga sempai ‘parno’ karena ALRI (kini TNI AL) punya kapal perang terbesar di belahan bumi selatan, KRI Irian-201 (16.640 ton), yang merupakan kapal penjelajah bekas dari Uni Soviet.
Di sela menyambut kedatangan KRI Brawijaya –yang juga dibeli dari Italia– di Tanjung Priok, Jakarta Utara, 8 September 2025 silam, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali silam menyatakan rencana akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi masih dalam tahap pembicaraan dengan pihak pabrikan Fincantieri yang juga memproduksi KRI Brawijaya. Hingga saat ini belum diungkapkan berapa harga banderolnya, namun Kementerian Bappenas disebutkan sudah menyetujui pinjaman luar negeri hingga 450 juta dolar Amerika (setara Rp7,5 triliun).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












