top of page

Tirpitz, Benteng Terapung Hitler

Menjadi momok Sekutu di Atlantik dan Baltik. Dirongrong serangan udara sejak lahir hingga maut menjemput.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tirpitz tahun 1941 sebelum persenjataan dan kamuflasenya dimodifikasi. (Wikimedia Commons).

24 Feb 2023
5 menit membaca

Diperbarui: 21 Apr

POSTURNYA begitu gagah, meriam-meriam utamanya pun ditakuti lawan-lawannya. Begitulah kapal tempur milik Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman) bernama Tirpitz. Pada 25 Februari 1941, kapal yang menyandang nama besar pahlawan matra laut Jerman era kekaisaran cum arsitek Kaiserliche Marine, Laksamana Alfred von Tirpitz, itu resmi mendapat mandat tugas.


Tirpitz didesain menyamai Bismarck sebagai satu dari dua kapal tempur kelas-Bismarck pada 1935. Kanselir Adolf Hitler merestui proyek pembangunannya demi menandingi ekpansi AL Prancis yang melahirkan dua kapal tempur kelas-Richelieu: Richelieu dan Jean Bart. Prancis juga membangun dua kapal tempur cepatnya itu dalam rangka merespons AL Italia yang lebih dulu membangun empat kapal tempur kelas-Vittorio Venetto: Vittorio Venetto, Littorio, Roma, dan Impero.


Meski terikat Traktat AL Washington yang membatasi bobot kapal perang sebatas 35 ribu ton, Kriegsmarine diam-diam menambah ukuran dan bobot kapal Tirpitz hingga 52 ribu ton ketika mulai dibangun di galangan Kriegsmarinewerft Wilhelmshaven pada 2 November 1936. Tirpitz lalu dibaptis lewat upacara khusus yang dihadiri Hitler dan juga Ilse von Hassell, putri mendiang Laksamana Alfred von Tirpitz, pada 1 April 1939.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page