- 24 Feb 2023
- 5 menit membaca
Diperbarui: 21 Apr
POSTURNYA begitu gagah, meriam-meriam utamanya pun ditakuti lawan-lawannya. Begitulah kapal tempur milik Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman) bernama Tirpitz. Pada 25 Februari 1941, kapal yang menyandang nama besar pahlawan matra laut Jerman era kekaisaran cum arsitek Kaiserliche Marine, Laksamana Alfred von Tirpitz, itu resmi mendapat mandat tugas.
Tirpitz didesain menyamai Bismarck sebagai satu dari dua kapal tempur kelas-Bismarck pada 1935. Kanselir Adolf Hitler merestui proyek pembangunannya demi menandingi ekpansi AL Prancis yang melahirkan dua kapal tempur kelas-Richelieu: Richelieu dan Jean Bart. Prancis juga membangun dua kapal tempur cepatnya itu dalam rangka merespons AL Italia yang lebih dulu membangun empat kapal tempur kelas-Vittorio Venetto: Vittorio Venetto, Littorio, Roma, dan Impero.
Meski terikat Traktat AL Washington yang membatasi bobot kapal perang sebatas 35 ribu ton, Kriegsmarine diam-diam menambah ukuran dan bobot kapal Tirpitz hingga 52 ribu ton ketika mulai dibangun di galangan Kriegsmarinewerft Wilhelmshaven pada 2 November 1936. Tirpitz lalu dibaptis lewat upacara khusus yang dihadiri Hitler dan juga Ilse von Hassell, putri mendiang Laksamana Alfred von Tirpitz, pada 1 April 1939.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















