top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Hukuman bagi Jenderal Mongol

Para jenderal Mongol datang ke Jawa untuk menghukum raja Jawa. Kembali ke Tiongkok malah dihukum Khubilai Khan.

10 Feb 2018

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Armada pasukan Mongol di Samudera Hindia. (Repro Archipelago in the Travels of Marco Polo).

  • 10 Feb 2018
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 18 Feb

EKSPEDISI Mongol ke Jawa membuat tiga jenderalnya, Shi Bi, Gao Xing, dan Ike Mese, dihukum begitu kembali ke Tiongkok. Namun, petualangan mereka di Jawa tak benar-benar gagal.


“Dihukum juga akhirnya sementara saja, lalu dilepas kembali, karena nyatanya (ekspedisinya, red) juga berhasil,” jelas Agus Aris Munandar, arkeolog Universitas Indonesia, ketika ditemui di Fakultas Ilmu Budaya UI.


Sejarah Dinasti Yuan memberitakan pasukan Tiongkok kembali dari Jawa pada 24 bulan ke-4 1293. Mereka membawa barang jarahan berupa peta negara, catatan populasi, dan surat dengan huruf emas yang ditulis sang raja.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page