top of page

Tantangan Kubilai Khan di Jawa

Bagi Mongol, tak mudah menyerang Jawa. Tak ada padang stepa, iklim terik, belum lagi harus menyeberang lautan yang luas.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan Liu Guandao (1280) yang menggambarkan Khubilai Khan dan pasukan berkudanya sedang berburu.

4 Feb 2018
5 menit membaca

Diperbarui: 18 Feb

MONGOL sukses mengembangkan imperium yang luas karena angkatan daratnya ulung, khususnya keahlian dalam berkuda. Imbasnya, pada abad ke-13 M, seluruh daratan Eurasia tak luput dari kehadiran orang-orang Mongol. Kesuksesan itu masih diwarisi oleh Kubilai Khan hingga dia menaklukkan seluruh Tiongkok.


Namun, kelihaian mereka berperang tersendat ketika menghadapi kondisi wilayah Asia Tenggara. “Bala tentara China-Mongol di negeri-negeri itu hanya menemui kegagalan atau keberhasilan sementara,” tulis George Coedes dalam Asia Tenggara Masa Hindu-Buddha.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page