- 15 Feb 2018
- 4 menit membaca
Diperbarui: 18 Feb
“KALAU sudah kalah raja di Daha, saya akan memberikan seorang putri dari Tumapel yang cantik tiada bandingan di Pulau Jawa, itulah yang akan saya katakan kepada Raja Tatar sebagai alat memperdayakan Raja Tatar.”
Begitu ucapan Aria Wiraraja, seorang adipati di Madura, dalam Pararaton yang ditulis pada abad 17. Berbagai sumber naskah Jawa menyebutnya sebagai sahabat bangsa Tatar, sebutan sumber Jawa untuk Mongol. Kira-kira seperti itu sumber naskah Jawa menjelaskan sebab musabab Majapahit kemudian melawan sekutunya sendiri, bangsa Tatar. Putri raja menjadi iming-iming kepada Raja Tatar agar mau membantu melibas sang pengkhianat, Jayakatwang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












