top of page

Ibu Sud, Cak Roes, dan Sekolah Belanda

Beda cara seniman dengan politisi menentang sistem pendidikan zaman kolonial. Yang satu membalasnya dengan karya, satu lagi meluapkan dengan kejengkelan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Siswa Sekolah Guru (Kweekschool) Fort de Kock di Bukittinggi, Sumatra Barat. (Foto: Tropen Museum).

  • 16 Mei 2023
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 29 Jun

SARIDJAH Niung gundah gulana. Sebagai guru HIS (Sekolah Belanda untuk Bumiputra setingkat SD) Jaga Monyet di Batavia, dia menyadari kesulitan anak didiknya dalam belajar bernyanyi. Bukannya mereka malas belajar, tapi kendala bahasa menyebabkan para murid sukar memaknai lagu anak berbahasa Belanda. Beberapa di antaranya yang terkenal berjudul  “Zakdoek Leggen” dan “Kruip Door”.Pada zaman kolonial Belanda, lagu-lagu tersebut wajib diajarkan di HIS.


“Yang mengganggu saya adalah kenyataan bahwa lagu-lagu yang saya ajarkan semuanya lagu-lagu Belanda. Selalu lagu Belanda,” keluh Saridjah seperti dikisahkannya dalam bunga rampai Sumbangsihku Bagi Pertiwi Jilid 1.


Sebagai anak negeri jajahan, sekolah resmi yang berdiri atas izin pemerintah Hindia Belanda harus mengikuti kurikulum pendidikan Belanda. Hal ini berimbas terhadap penggunaan bahasa Belanda sebagai pengantar. Begitupun dengan pengajaran pengetahuan umum yang bersumber mengenai negeri induk Belanda nun jauh di Eropa sana. Inilah yang mengganjal bagi Saridjah selama mengajar di berbagai HIS di Batavia sejak 1925-1941.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page