- 27 Mar
- 4 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
HARI Raya Idul Fitri atau lebaran tak hanya kental dengan tradisi silaturahim dengan tetangga, keluarga, kerabat, dan sahabat. Di beberapa daerah, di masa lebaran juga kental dengan tradisi ziarah ke makam keluarga, leluhur, maupun makam orang-orang besar yang dikeramatkan demi minta berkah.
Menurut sejarawan Johan Wahyudhi dalam program Dialog Sejarah bertajuk “Kisah di Balik Budaya Ziarah Makam Keramat di Jakarta” di kanal Youtube Historia.ID, 28 Februari 2026, tradisi itu sudah eksis di Nusantara sejak era pra-Hindu. Ziarah kubur sudah dipraktikkan masyarakat pra-Islam sejak zaman purba hingga masa Hindu-Buddha
“Tradisi mengunjungi [makam] orang suci kalau kita runut sudah ada sejak zaman purbakala, di mana misalnya kita melihat peninggalan-peninggalan seperti punden berundak. Kemudian kenapa makam-makam atau tempat-tempat yang dikeramatkan selalu berhubungan dengan posisi yang ada di atas secara geografis, di gunung atau di lereng bukit dan lain-lain, karena memang ada semacam aura positif ketika seseorang itu dekat ke tempat-tempat yang di atas yang dianggap suci. Maka itu menentramkan batin. Kemudian menyambungkan secara spiritual dengan para leluhur,” ujarnya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















