top of page

Jago Meriam Pertempuran 10 November Jadi Pangdam Udayana

Jago meriam dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya ini pernah jadi panglima di Sunda Kecil.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Markas Kodam Udayana di Denpasar, Bali. (Instagram Penerangan Kodam IX/Udayana).

22 Apr 2025
2 menit membaca

Diperbarui: 21 Agu

HUBUNGAN Gereja Katolik dengan Kodam Udayanya, yang membawahi wilayah Sunda Kecil, mendadak berubah dari harmonis menjadi tegang. Pembubaran sebuah kampus oleh pihak Kodam ditengarai sebagai penyebabnya.


Kala itu, Kodam Udayana dikomando oleh Letnan Kolonel (Letkol) Minggu. Pria asal Jawa ini merupakan veteran Pertempuran 10 November di Surabaya. Sebelum Indonesia merdeka, Minggu adalah sersan di tentara kolonial Hindia Belanda, Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL). Dia berdinas sebagai artileris.


Saat Indonesia merdeka, Minggu masuk tentara Indonesia. Dia bisa dianggap sebagai perwira perintis artileri di TNI. Nugroho Notosusanto dalam Pertempuran Surabaya menyebut, sekitar 10 November 1945 sudah memimpin batalyon artileri dengan kekuatan 28 meriam penangkis udara di Surabaya. Meriam-meriam itu berjasa menghalangi gerak maju pesawat tentara Sekutu yang akan memasuki Surabaya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Kemenangan Eisenhower dalam pemilihan presiden AS membuat iklan kampanye di televisi menjadi andalan para politisi. Memicu munculnya iklan kampanye negatif.
Kemenangan Eisenhower dalam pemilihan presiden AS membuat iklan kampanye di televisi menjadi andalan para politisi. Memicu munculnya iklan kampanye negatif.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
transparant.png
bottom of page