top of page

Jajanan Rakyat Masa Kemerdekaan

Imbas pendudukan Jepang, rakyat Indonesia kesulitan bahan makanan. Jajanan pun dibuat seadanya. Meski sederhana, jajanan rakyat tempo dulu itu turut membentuk budaya kuliner Indonesia hingga saat ini.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pedagang menjajakan jajanan tradisional. Sumber: Wikimedia Commons.

18 Agu 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 10 Agu

DALAM kehidupan modern seperti sekarang, jajajan telah melekat dalam tradisi kuliner maupun kebutuhan pangan masyarakat. Di Indonesia, jajanan atau makanan ringan punya beberapa padanan kata: camilan, kudapan, atau disebut juga penganan. Variannya macam-macam, ada jajanan tradisional, ada pula jajanan modern. Cara memperoleh jajanan pun kian mudah seiring kemajuan zaman. Mulai dari membeli langsung di gerai penjual makanan atau pesan-antar dari lokapasar yang tersedia di aplikasi telepon selular..


Namun, jajanan zaman sekarang dengan zaman dulu tentu saja berbeda. Mulai dari varian rasa, bahan pembuatan, hingga cara memperolehnya. Pada masa-masa menjelang kemerdekaan Indonesia, masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok, apalagi untuk jajan.

   

Sejarawan Universitas Indonesia Bondan Kanumoyoso menyatakan, jajanan masyarakat Indonesia masa itu amat dipengaruhi situasi pendudukan Jepang. Untuk memenuhi kebutuhan serdadunya dalam Perang Asia Timur Raya, pemerintah militer Jepang memonopoli sirkulasi beras. Walhasil, bahan makanan yang tersedia bagi masyarakat bumiputra sangat langka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
transparant.png
bottom of page