Diperbarui: 10 Agu
DALAM kehidupan modern seperti sekarang, jajajan telah melekat dalam tradisi kuliner maupun kebutuhan pangan masyarakat. Di Indonesia, jajanan atau makanan ringan punya beberapa padanan kata: camilan, kudapan, atau disebut juga penganan. Variannya macam-macam, ada jajanan tradisional, ada pula jajanan modern. Cara memperoleh jajanan pun kian mudah seiring kemajuan zaman. Mulai dari membeli langsung di gerai penjual makanan atau pesan-antar dari lokapasar yang tersedia di aplikasi telepon selular..
Namun, jajanan zaman sekarang dengan zaman dulu tentu saja berbeda. Mulai dari varian rasa, bahan pembuatan, hingga cara memperolehnya. Pada masa-masa menjelang kemerdekaan Indonesia, masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok, apalagi untuk jajan.
Sejarawan Universitas Indonesia Bondan Kanumoyoso menyatakan, jajanan masyarakat Indonesia masa itu amat dipengaruhi situasi pendudukan Jepang. Untuk memenuhi kebutuhan serdadunya dalam Perang Asia Timur Raya, pemerintah militer Jepang memonopoli sirkulasi beras. Walhasil, bahan makanan yang tersedia bagi masyarakat bumiputra sangat langka.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















