- Martin Sitompul

- 23 Sep 2024
- 3 menit membaca
PASUKAN Kompi III Batalion XV yang dipimpin Letnan Raja Sjahanan menyingkir ke Kampung Tanjung setelah bertempur dengan tentara Belanda di Kampung Seberaya, Tanah Karo. Pasukan ini berada di bawah Resimen I pimpinan Mayor Djamin Gintings. Saat itu, Belanda baru saja melancarkan agresi militer pertama, Juli 1947.
“Malam itu, komando kita dan satu seksi bermalam di Kampung Tanjung, yaitu kampung di pinggiran timur dari Kampung Bulan Jahe untuk memperoleh keadaan dan situasi yang lebih tenang, jauh dari pertempuran siangnya, sedang seksi-seksi yang lain ada yang bermalam di Kampung Bulan Jahe dan ada di Kampung Bulan Julu,” kenang Raja Sjahnan dalam memoar perjuangan Dari Medan Area ke Pedalaman dan Kembali ke Kota Medan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












