top of page

Pejuang Tanah Karo Hendak Bebaskan Bung Karno

Presiden Sukarno, Agus Salim, dan Sutan Sjahrir ditawan di Berastagi. Pasukan TNI setempat menyiapkan operasi pembebasan para pemimpin Republik itu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno diantara Sutan Sjahrir dan Haji Agus Salim dalam tawanan Belanda di Berastagi, Tanah Karo, hendak dipindahkan ke Parapat, kota kecil di tepian Danau Toba, pada 1 Januari 1949. Sumber: Nederlands Instituut voor Militaire Historie (NIMH).

19 Apr 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 26 Feb

BERASTAGI merupakan kota kecil berhawa sejuk di dataran tinggi Tanah Karo, Sumatra Utara. Orang-orang Belanda dulu banyak membangun vila atau pesanggrahan di sana sebagai tempat berlibur. Biasanya pejabat pemerintah kolonial atau tuan perkebunan di Medan memboyong serta keluarga mereka ke Berastagi untuk berakhir pekan.


Pada akhir tahun 1948, Presiden Sukarno juga pernah tinggal beberapa hari di Berastagi. Tapi, kunjungan Bung Karno ke Berastagi bukan untuk bervakansi sebagaimana penggede Belanda tempo dulu. Sukarno bersama Haji Agus Salim dan Sutan Sjarir dipindahkan dari Yogyakarta ke Berastagi sebagai tawanan setelah Belanda melancarkan agresi militernya yang kedua.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page