- 19 Apr 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 26 Feb
BERASTAGI merupakan kota kecil berhawa sejuk di dataran tinggi Tanah Karo, Sumatra Utara. Orang-orang Belanda dulu banyak membangun vila atau pesanggrahan di sana sebagai tempat berlibur. Biasanya pejabat pemerintah kolonial atau tuan perkebunan di Medan memboyong serta keluarga mereka ke Berastagi untuk berakhir pekan.
Pada akhir tahun 1948, Presiden Sukarno juga pernah tinggal beberapa hari di Berastagi. Tapi, kunjungan Bung Karno ke Berastagi bukan untuk bervakansi sebagaimana penggede Belanda tempo dulu. Sukarno bersama Haji Agus Salim dan Sutan Sjarir dipindahkan dari Yogyakarta ke Berastagi sebagai tawanan setelah Belanda melancarkan agresi militernya yang kedua.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












