top of page

Jalan Menyimpang Goenawan Mangoenkoesoemo

Siasat berjuang membedakannya dari Tjipto Mangoekoesoemo

loading_historia_white.gif
transparant.png

Goenawan Mangoenkoesoemo.

  • 12 Jan 2011
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 20 Mei

SEORANG anak muda, belum lagi berusia 17 tahun membuat gempar pembaca koran Java Bode yang kebanyakan datang dari kalangan priayi dan pejabat pemerintah Belanda. Artikel itu menyerang kebijakan pemerintah yang mengangkat bupati bukan karena kualifikasinya melainkan karena garis keturunan. Goenawan seorang priayi, namun sejak mula ia telah merasakan sesuatu yang tidak beres pada masyarakat jajahan: diskriminasi.


Dia adalah adik dari dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, salah seorang pelopor gerakan nasionalisme di Indonesia. Nama Tjipto jauh lebih dikenal ketimbang adiknya. Tjipto dicatat sebagai pembangkang; sosok anak muda yang pada zamannya berani menentang otoritas kolonial di tengah cengkeraman alam pikiran masyarakat yang masih terbelenggu oleh feodalisme. Akan halnya Tjipto, Goenawan pun memiliki minat terhadap aktivitas politik dan sama-sama bernyali tinggi.


Savitri Prastiti Scherer dalam bukunya, Keselerasan dan Kejanggalan: Pemikiran-Pemikiran Priayi Nasionalis Jawa Awal Abad XX menulis tentang asal-usul keluarga Mangoenkoesomo. Mangoenkoesomo senior, ayah Tjipto dan Goenawan, bekerja sebagai guru bahasa Melayu di sekolah dasar pribumi di Ambarawa. Pada masa akhir kariernya, ia diangkat menjadi kepala sekolah dasar di Semarang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pernah populer sebagai pohon peneduh bersama asam jawa dan flamboyan. Kini, tanaman ini menjadi salah satu pohon yang paling populer untuk aktivitas penghijauan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berduka secara beruntun. Kehilangan orang dekat dalam waktu singkat.
bg-gray.jpg
Penyebaran pamflet provokatif oleh Front Pemuda Sunda bikin geger. Parlemen sampai memanggil perdana menteri. Ketidakadilan jadi pangkalnya.
bg-gray.jpg
Tubagus Angke asal Banten melanjutkan Fatahillah memimpin Jayakarta. Sebagai Pangeran Jayakarta II, dia membawa Pelabuhan Sunda Kelapa menandingi Pelabuhan Malaka.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Adolf Hitler kagum pada permainan kabaddi. Mengapresiasi dengan sertifikat dan medali.
Adolf Hitler kagum pada permainan kabaddi. Mengapresiasi dengan sertifikat dan medali.
Sebelum Presiden Joko Widodo, Presiden Habibie juga suka touring dengan motor gede. Momotoran itu berhubungan dengan kesehatannya.
Sebelum Presiden Joko Widodo, Presiden Habibie juga suka touring dengan motor gede. Momotoran itu berhubungan dengan kesehatannya.
Segala permasalahan tak harus selesai dengan adu otot. Hanya dengan kepala dingin, semua masalah akan mencair.
Segala permasalahan tak harus selesai dengan adu otot. Hanya dengan kepala dingin, semua masalah akan mencair.
transparant.png
bottom of page