top of page

Jebolan Boedoet Tempo Dulu

Meski banyak ahli yang dilahirkan Sekolah Teknik KWS, sekolah yang belakangan dikenal sebagai Boedoet ini lebih diingat karena tawurannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 7 Mei 2025
  • 3 menit membaca

SEKOLAH ini pernah menolak seorang Nyong Ambon untuk menjadi siswanya. Pasalnya, nilai pelajaran menggambar Johannes Leimena si calon siswa amat rendah. Menurut Frans Hitipeuw dalam Dr. Johannes Leimena, Karya dan Pengabdiannya, nilai pelajaran menggambar Leimena hanya 4. Padahal, menggambar adalah perkara penting dalam kerja-kerja teknik. Leimena akhirnya malah diterima di sekolah kedokteran dan menjadi dokter hingga belakangan dipercaya menjadi menteri kesehatan --berjuluk Bapak Kesehatan Indonesia-- dan wakil perdana menteri RI.


Begitulah ketatnya seleksi masuk ke Koningen Wilhelmina School (KWS), sebuah sekolah teknik semasa Hindia Belanda. KWS yang berdiri pada 1901 itu terletak di Vrijmetselaarsweg atau bisa diterjemahkan sebagai Jalan Freemason atau Jalan Mason Bebas. Kini nama jalan itu telah berganti jadi Jalan Budi Utomo, yang sering disingkat dengan ejaan van Ophuijsen sebagai Boedoet.


Bertahun-tahun setelah Leimena gagal masuk KWS, seorang pendeta dari Tapanuli, Friedrich Silaban, pun mendaftar ke KWS. Anak pedeta kelahiran Bonandolok, Tapanuli pada 16 Desember 1912 ini adalah lulusan Holland Inlandsche School (HIS) Norumonda. HIS merupakan sekolah dasar tujuh tahun berbahasa Belanda dan ijazah HIS minimal harus dimiliki mereka yang ingin masuk KWS. Namun bukan itu saja syarat agar Silaban bisa diterima di KWS. Berkat kemampuan menggambarnya yang jauh melebihi Leimena, maka Silaban pun diterima.


Silaban menikmati betul masa sekolahnya di Jalan Budi Utomo itu. Sebab, KWS tak mencetak kuli atau sekadar juru gambar saja tapi juga pengawas teknik yang disebut opziener. Itulah yang dicita-citakan para pelajar KWS.


Silaban, sebut buku Rumah Silaban, tertarik pada rancangan JH Antonisse yang dilihatnya di acara tahunan Pasar Gambir. Pasar itu tidaklah jauh jaraknya dari KWS. Meski sekolahnya itu hanya sebuah SMK, Silaban sudah diajarkan merancang sebuah rumah layaknya seorang arsitek yang kuliah jurusan teknik arsitektur.


“Silaban adalah lulusan Koningen Wilhelmina School (KWS), suatu sekolah menengah teknik yang terkenal di Jakarta. Selama bertahun-tahun, dia bekerja di bagian arsitektur dalam Zeni Militer Belanda. Karena saya mantan calon perwira Zeni maka terdapat ikatan batin di antara kami,” kata TB Simatupang, salah seorang bapak TNI, dalam Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos


Silaban lulus dari KWS pada 1931. Selanjutnya dia bekerja untuk pemerintah kolonial. Ketika bekerja itu, dia telah membuat rancangan beberapa gedung.


KWS tentu punya bermacam-macam siswa. Ada pula yang suka bermain bola. Sepakbola biasa dimainkan para siswa di luar jam pelajaran penting. Tanding antar-sekolah juga sudah ada di zaman Hindia Belanda. Itulah yang kerap dilakukan Amin Saelan, salah seorang siswa KWS asal Sulawesi Selatan.


“Saya menekuni sepakbola karena kebetulan ayah saya ketika belajar di Koningin Wilhelmina School di Batavia, olahraga sepakbolalah yang ditekuninya. Lulus dari KWS ia ditempatkan di Makassar dan sekaligus menjadi pemain dan pelatih sepakbola,” kata mantan kapten dan kiper timnas Indonesia Maulwi Saelan dalam Dari Revolusi 45 sampai Kudeta 66. tentang ayahnya, Amin Saelan.


Semasa di Makassar, Amin Saelan mendirikan sekolah Taman Siswa. Anak-anaknya, bahkan yang perempuan, adalah pendukung dan pejuang Republik Indonesia yang gigih.


Tak hanya anak-anak Belanda, Indo, atau pribumi saja yang bisa diterima di KWS. Anak-anak dari kalangan Timur Jauh (Vreemde Ossterlingen) juga bisa bersekolah di KWS. Laurent Rahadi contohnya. Pria keturunan Tionghoa-Betawi itu langsung bekerja ketika berumur 19 tahun dengan modal ijazah KWS.


“Ia tak berpikir lama-lama untuk segera bekerja. Papi, yang punya banyak kenalan orang-orang yang bekerja di proyek-proyek pembangunan langsung mendapat tawaran kerja. Tak main-main, pekerjaan yang ditawarkan Papi adalah menggarap pembangunan jalan dan jembatan di Sumatra,” terang anak Laurent Rahadi dalam memoarnya yang disusun Albertine Endah, Chrisye: Sebuah Memoar Musikal.


Anak Laurent Rahadi yang dimaksud adalah Christian Rahadi. Belakangan, Christian dikenal sebagai bintang-penyanyi Indonesia dengan nama Chrisye.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
transparant.png
bottom of page