- 17 Jun 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 25 Mar
MOMENTUM tidak datang dua kali. Maka, orang yang mendapatkannya semestinya bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Orang yang bisa memanfaatkan momentum niscaya akan beruntung ketimbang bila dia menyia-nyiakan momentum yang dimilikinya.
Momentum itulah yang tak ingin disia-siakan Komandan Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad) Brigjen TNI Sudirman (1913-1993) ketika mendapat kesempatan pergi haji pada tahun 1964. Pada tahun tersebut, mantan guru yang paham perkara agama sejak muda ini usianya sudah lebih dari 50 tahun. Artinya, Brigjen Sudirman yang masuk ketentaraan di zaman pendudukan Jepang ini akan pensiun dari kemiliteran beberapa tahun lagi.
Brigjen Sudirman yang ayah dari mantan Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman ini pun berangkat haji. Menurut Totok Djuroto dalam Perjalanan Panjang Seorang Dai, K.H. Bey Arifin dalam Biografi, Brigjen Sudirman ke Makkah dalam rombongan jamaah yang berangkat tanggal 25 Maret 1964. Mereka tidak naik pesawat seperti “Bapak Intelijen” Kolonel Zulkifli Lubis, tetapi masih naik kapal laut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















